Ada suasana yang berbeda di lantai 1 Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Universitas Pakuan. Nampak antrian mahasiswa yang cukup panjang di pintu masuk ruangan 1.2 dan 1.3 tempat bioskop mini berlangsung. Bioskop Mini CLP (BMC) yang dengan tema film indie berlangsung pada Sabtu, 24Oktober 2015 lalu, sejak siang hingga sore.

Acara ini turut mengundang Muslim M,Si selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Dini Valdiani Pembina Klub, dan Bang Dipo sebagai pemrakarsa Klub. BMC merupakan program kerja pertama yang diselenggarakan oleh CLP.

“Cakupan kita tidak hanya untuk Mahasiswa FISIB saja, melainkan untuk mahasiswa dari fakultas lain. Antusias dari mahasiswa sangat tinggi, terbukti dari penjualan tiket yang melebihi target. Dari 300 tiket yang ditargetkan terjual 350 tiket,” papar Fatwatul Aina selaku Ketua Pelaksana. “Kita akan berusaha membuat suasana di dalam ruangan menjadi senyaman mungkin layaknya seperti bioskop-bioskop pada umumnya,” tambahnya.

Acara ini juga mendapat respon positif dari Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Muslim,M.Si. Menurutnya, acara ini memiliki keterkaitan kerjasama tim. Dengan diadakan BMC, diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk dapat berkarya lebih baik. Meskipun masih ada kekurangan dalam hal efek dan animasi film yang diharapkan bias lebih menarik minat penonton.

Tanggapan lain berasal dari Deri Irawan  semester 1 Ilmu Komunikasi, “Seharusnya durasi film bias lebih lama lagi, agar pesan dari film tersampaikan dengan baik. Dari sisi tiket, ada sedikit kendala karena kurang efektif.”
Sisi menarik dalam proses pembuatan film ini ialah tantangan di mana tim produksi yang harus siap dalam situasi kondisi apapun, terutama cuaca. Tantangan akan terbenturnya waktu tidak menjadikan penghalang untuk menyelesaikan film tersebut. Produksi dalam pembuatan film ini juga diketahui menghabiskan dana sekitar Rp1.000.000 yang bersumber dari pendapatan penjualan tiket serta uang kas anggota.

Di akhir, Aina berharap CLP tidak hanya sebuah nama Club Film saja, tetapi CLP bias menayangkan suatu film yang lebih baik dan menarik di FISIB, supaya karya-karya tersebut tidak hanya disimpan di flashdisk atau di hardisk saja. (Tim Liputan Beranda)